<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1271124065763993286</id><updated>2011-07-08T06:47:45.711+07:00</updated><category term='VISIMISI POLRI'/><category term='POST'/><title type='text'>BLOG TANPA NAMA</title><subtitle type='html'>BERBAGI INFORMASI TANPA TENDENSI</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://quikrespon.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>BABINKAMTIBMAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09359923321088389540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>7</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1271124065763993286.post-4025183380393683281</id><published>2009-08-02T00:39:00.002+07:00</published><updated>2009-08-02T00:42:47.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POST'/><title type='text'>Pengertian Penyuluhan</title><content type='html'>&lt;div class="entry"&gt;        &lt;p&gt;A. Pengertian Dasar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diskusi tentang istilah “penyuluhan (extension)”, pertama kali dilakukan pada pertengahan abad 19 oleh universitas Oxford dan Cambridge pada sekitar tahun 1850 (Swanson, 1997). Dalam perjalanananya van den Ban (1985) mencatat beberapa istilah seperti di Belanda disebut voorlichting, di Jerman lebih dikenal sebagai “advisory work” (beratung), vulgarization (Perancis), dan capacitacion (Spanyol). Roling (1988) mengemukakan bahwa Freire (1973) pernah melakukan protes terhadap kegiatan penyuluhan yang lebih bersifat top-down. Karena itu, dia kemudian menawarkan beragam istilah pengganti extension seperti: animation, mobilization, conscientisation. Di Malaysia, digunakan istilah perkembangan sebagai terjemahan dari extension, dan di Indonesia menggunakan istilah penyuluhan sebagai terjemahan dari voorlichting.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diskusi tentang penggunaan istilah “penyuluhan” di Indonesia akhir-akhir ini semakin semarak. Pemicunya adalah, karena penggunaan istilah penyuluhan dirasa semakin kurang diminati atau kurang dihargai oleh masyarakat. Hal ini, disebabkan karena penggunaan istilah penyuluhan yang kurang tepat, terutama oleh banyak kalangan yang sebenarnya “tidak memahami” esensi makna yang terkandung dalam istilah penyuluhan itu sendiri. Di lain pihak, seiring dengan perbaikan tingkat pendidikan masyarakat dan kemajuan teknologi informasi, peran penyuluhan semakin menurun dibanding sebelum dasawarsa delapan-puluhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rahmat Pambudi, pada awal 1996 mulai melontarkan pentingnya istilah pengganti penyuluhan, dan untuk iitu dia menawarkan penggu-naan istilah transfer teknologi sebagaimana yang digunakan oleh Lionberger dan Gwin (1983). Pada tahun 1998, Mardikanto mena-warkan penggunaan istilah edfikasi, yang merupakan akronim dari fungsi-fungsi penyuluhan yang meliputi: edukasi, diseminasi inovasi, fasilitasi, konsultasi, supervisi, pemantauan dan evaluasi. Meskipun tidak ada keinginan untuk mengganti istilah penyuluhan, Margono Slamet pada kesem-patan seminar penyuluhan pembangunan (2000) menekankan esensi penyuluhan sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah mulai lazim digunakan oleh banyak pihak sejak Program Pengentasan Kemiskinan pada dasawarsa 1990-an.&lt;br /&gt;Terkait dengan hal tersebut,  dalam perjalanannya, kegiatan penyu-luhan diartikan dengan berbagai pemahaman, seperti:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(1) Penyebar-luasan (informasi)&lt;br /&gt;(2) Penerangan/penjelasan&lt;br /&gt;(3) Pendidikan non-formal (luar-sekolah)&lt;br /&gt;(4) Perubahan perilaku&lt;br /&gt;(5) Rekayasa sosial&lt;br /&gt;(6) Pemasaran inovasi (teknis dan sosial)&lt;br /&gt;(7) Perubahan sosial (perilaku individu, nilai-nilai, hubungan antar individu, kelembagaan, dll)&lt;br /&gt;(8) Pemberdayaan masyarakat (community empowerment)&lt;br /&gt;(9) Penguatan komunitas (community strengthening)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;B. Penyuluhan Sebagai Proses Penyebar-Luasan Informasi&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai terjemahan dari kata “extension”, penyuluhan dapat diartikan sebagai proses penyebarluasan yang dalam hal ini, merupakan peyebarluasan informasi tentang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dihasilkan oleh perguruan tinggi ke dalam praktek atau kegiatan praktis.&lt;br /&gt;Implikasi dari pengertian ini adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1) Sebagai agen penyebaran informasi, penyuluh tidak boleh hanya menunggu aliran informasi dari sumber-sumber informasi (peneliti, pusat informasi, institusi pemerintah, dll) melainkan harus secara aktif berburu informasi yang bermanfaat dan atau dibutuhkan oleh masyarakat yang menjadi kliennya.&lt;br /&gt;Dalam hubungan ini, penyuluh harus mengoptimalkan peman-faatan segala sumberdaya yang dimiliki serta segala media/ saluran informasi yang dapat digunakan (media-masa, internet, dll) agar tidak ketinggalan dan tetap dipercaya sebagai sumber informasi “baru” oleh kliennya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2) Penyuluh harus aktif untuk menyaring informasi yang diberikan atau yang diperoleh kliennya dari sumber-sumber yang lain, baik yang menyangkut kebijakan, produk, metoda, nilai-nilai perilaku, dll. Hal ini penting, karena di samping dari penyuluh, masyarakat seringkali juga memperoleh informasi/inovasi dari sumber-sumber lain (aparat pemerintah, produsen/ pelaku bisnis, media masa, LSM) yang tidak selalu “benar” dan bermanfaat/ mengun-tungkan masyarakat/kliennya.&lt;br /&gt;Sebab, dari pengalaman menunjukkan, informasi yang datang dari “luar” seringkali lebih berorientasi kepada “kepentingan luar” dibanding keberpihakannya kepada kepentingan masyarakat yang menjadi kliennya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3) Penyuluh perlu lebih memperhatikan informasi dari “dalam” baik yang berupa “kearifan tradisional” maupun “endegenuous technology”.&lt;br /&gt;Hal ini penting, karena informasi yang berasal dari dalam, di samping telah teruji oleh waktu, seringkali juga lebih sesuai dengan kondisi setempat, baik ditinjau dari kondisi fisik, teknis, ekonomis, sosial/budaya, maupun kesesuainnya dengan kebutuh-an pengembangan komunitas setempat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4) Pentingnya informasi yang menyangkut hak-hak politik masya-rakat, di samping: inovasi teknologi, kebijakan, manajemen, dll.&lt;br /&gt;Hal ini penting, karena yang untuk pelaksanaan kegiatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat seringkali sangat tergan-tung kepada kemauan dan keputusan politik. Sebagai contoh, program intensifikasi padi terbukti tidak banyak memberikan perbaikan kesejahteraan petani. Demikian juga yang terjadi kaitannya dengan kebijakan impor beras, gula, daging, dll.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;C. Penyuluhan Sebagai Proses Penerangan/&lt;br /&gt;Pemberian Penjelasan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyuluhan yang berasal dari kata dasar “suluh” atau obor, sekaligus&lt;br /&gt;sebagai terjemahan dari kata “voorlichting” dapat diartikan sebagai kegiatan penerangan atau memberikan terang bagi yang dalam ke-gelapan. Sehingga, penyuluhan juga sering diartikan sebagai kegiatan penerangan.&lt;br /&gt;Sebagai proses penerangan, kegiatan penyuluhan tidak saja terbatas pada memberikan penerangan, tetapi juga menjelaskan mengenai segala informasi yang ingin disampaikan kepada kelompok-sasaran yang akan menerima manfaat penyuluhan (beneficiaries), sehingga mereka benar-benar memahaminya seperti yang dimaksudkan oleh penyuluh atau juru-penerangnya.&lt;br /&gt;Terkait dengan istilah penerangan, ppenyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh tidak boleh hanya bersifat “searah” melainkan harus diupa-yakan berlangsungnya komunikasi “timbal-balik” yang memusat (convergence) sehingga penyuluh juga dapat memahami aspirasi masyarakat, manakala mereka menolak atau belum siap menerima informasi yang diberikan.&lt;br /&gt;Hal ini penting, agar penyuluhan yang dilakukan tidak bersifat “pemaksaan kehendak” (indoktrinasi, agitasi, dll) melainkan tetap menjamin hubungan yang harmonis antara penyuluh dan mnasyarakat kliennya secara berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;D. Penyuluhan Sebagai Proses Perubahan Perilaku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam perkembangannya, pengertian tentang penyuluhan tidak sekadar diartikan sebagai kegiatan penerangan, yang bersifat searah (one way) dan pasif. Tetapi, penyuluhan adalah proses aktif yang memerlukan interaksi antara penyuluh dan yang disuluh agar terbangun proses perubahan “perilaku” (behaviour) yang merupakan perwujudan dari: pengetahuan, sikap, dan ketrampilan seseorang yang dapat diamati oleh orang/pihak lain, baik secara langsung (berupa: ucapan, tindakan, bahasa-tubuh, dll) maupun tidak langsung (melalui kinerja dan atau hasil kerjanya).&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kegiatan penyuluhan tidak berhenti pada “penyebar-luasan informasi/inovasi”, dan “memberikan penerangan”, tetapi merupakan proses yang dilakukan secara terus-menerus, sekuat-tenaga dan pikiran, memakan waktu dan melelahkan, sampai terjadinya perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh penerima manfaat penyuluhan (beneficiaries) yang menjadi “klien” penyuluhan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai contoh:&lt;br /&gt;Pada penyuluhan penggunaan pupuk terhadap tanaman tertentu,, kegiatan penyuluhan tidak boleh hanya berhenti pada pemberian penerangan atau penjelasan kepada petani, tetapi harus dilakukan terus-menerus sampai petani tersebut mau menggunakan, bahkan secara mandiri mau berswadaya untuk membeli pupuk tersebut.&lt;br /&gt;Implikasi dari penegertian perubahan perilaku ini adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1) Harus diingat bahwa, perubahan perilaku yang diharapkan tidak hanya terbatas pada masya-rakat/klien yang menjadi “sasaran utama” penyuluhan, tetapi penyuluhan harus mampu mengubah perilaku semua stakeholders pembangunan, terutama aparat pemerintah selaku pengambil keputusan, pakar, peneliti, pelaku bisnis, aktiivis LSM, tokoh masyarakat dan stakeholders pemba-ngunan yang lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2) Perubahan perilaku yang terjadi, tidak terbatas atau berhenti setelah masyarakat/klien mangadopsi (menerima, menerapkan, mengikuti) informasi/inovasi yang disampaikan, tetapi juga ter-masuk untuk selalu siap melakukan perubahan-perubahan terha-dap inovasi yang sudah diyakininya, manakala ada informasi/ inovasi/kebijakan baru yang lebih bermanfaat bagi perbaikan kesejahteraannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3) Dari contoh penyuluhan pemupukan di atas, kegiatan penyuluhan tidak berhenti sampai pada tumbuhnya swadaya masyarakat untuk menggunakan dan membeli pupuk, tetapi juga kesiapannya untuk menerima “pupuk baru” sebagai pengganti pupuk yang disuluhkan itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4) Perubahan perilaku yang dimaksudkan tidak terbatas pada kesediaanya untuk menerapkan/menggunakan inovasi yang ditawarkan, tetapi yang lebih penting dari kese-muanya itu adalah kesediaannya untuk terus belajar sepanjang kehidupannya secara berkelanjutan (life long education).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;E. Penyuluhan Sebagai Proses Belajar/Proses Belajar&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyuluhan sebagai proses pendidikan atau proses belajar diartikan bahwa, kegiatan penyebar-luasan informasi dan penjelasan yang diberikan dapat merangsang terjadinya proses perubahan perilaku yang dilakukan melalui proses pendidikan atau kegiatan belajar. Artinya, perubahan perilaku yang terjadi/dilakukan oleh sasaran tersebut berlangsung melalui proses belajar.&lt;br /&gt;Hal ini penting untuk dipahami, karena perubahan perilaku dapat dilakukan melalui beragam cara, seperti: pembujukan, pemberian insentif/hadiah, atau bahkan melalui kegiatan-kegiatan pemaksaan (baik melalui penciptaan kondisi ling-kungan fisik maupun social-ekonomi, maupun pemaksaan melalui aturan dan ancaman-ancaman).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbeda dengan perubahan perilaku yang dilakukan bukan melalui pendidikan, perubahan perilaku melalui proses belajar biasanya berlangsung lebih lambat, tetapi perubah-annya relatif lebih kekal. Perubahan seperti itu, baru akan meluntur kembali, manakala ada pengganti atau sesuatu yang dapat menggantikannya, yang memiliki keunggulan-keung-gulan “baru” yang diyakininya memiliki manfaat lebih, baik secara ekonomi maupun non-ekonomi. Lain halnya dengan perubahan perilaku yang terjadi karena bujukan/hadiah atau pemaksaan, perubahan tersebut biasanya dapat terjadi dalam waktu yang relatif singkat, tetapi lebih cepat pula meluntur, yaitu jika bujukan/hadiah/pemaksaan tersebut dihentikan, berhenti atau tidak mampu lagi melanggengkan kegiatannya (Gambar 3).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gambar 3, Proses Perubahan Perilaku&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyuluhan sebagai proses pendidikan, dalam konsep “akademik” dapat mudah dimaklumi, tetapi dalam prektek kegiatan, perlu dijelas-kan lebih lanjut. Sebab pendidikan yang dimaksud di sini tidak ber-langsung vertikal yang lebih bersifat “menggurui” tetapi merupakan pendidikan orang-dewasa yang berlangsung horizontal dan lateral (Mead, 1959) yang lebih bersifat “partisipatip”.&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, keberhasilan penyuluhan tidak diukur dari seberapa banyak ajaran yang disampaikan, tetapi seberapa jauh terjadi proses belajar bersama yang dialogis, yang mampu menumbuhkan kesadar-an (sikap), pengetahuan, dan ketrampilan “baru” yang mampu meng-ubah perilaku kelompok-sasarannya ke arah kegiatan dan kehidupan yang lebih menyejahterakan setiap individu, keluarga, dan masyara-katnya. Jadi, pendidikan dalam penyuluhan adalah proses belajar bersama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;F. Penyuluhan Sebagai Proses Perubahan Sosial&lt;/p&gt; &lt;p&gt;SDC (1995) menyatakan bahwa, penyuluhan tidak sekadar merupa-kan proses perubahan perilaku pada diri seseorang, tetapi merupakan proses perubahan sosial, yang mencakup banyak aspek, termasuk politik dan ekonomi yang dalam jangka panjang secara bertahap mampu diandalkan menciptakan pilihan-pilihan baru untuk memper-baiki kehidupan masyarakatnya.&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan perubahan sosial di sini adalah, tidak saja perubahan (perilaku) yang berlangsung pada diri seseorang, tetapi juga perubahan-perubahan hubungan antar individu dalam masyara-kat, termasuk struktur, nilai-nilai, dan pranata sosialnya, seperti: demokratisasi, transparansi, supremasi hukum, dll.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;G. Penyuluhan Sebagai Proses Rekayasa Sosial&lt;br /&gt;(Social Engineering)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejalan dengan pemahaman tentang penyuluhan sebagai proses perubahan sosial yang dikemukakan di atas, penyuluhan juga sering disebut sebagai proses rekayasa sosial (social engineering) atau segala upaya yang dilakukan untuk menyiapkan sumberdaya manusia agar mereka tahu, mau dan mampu melaksanakan peran sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam sistem sosialnya masing-masing.&lt;br /&gt;Karena kegiatan rekayasa-sosial dilakukan oleh ”pihak luar”, maka relayasa sosial bertujuan untuk terwujudnya proses perubahan sosial demi terciptanya kondisi sosial yang diinginkan oleh pihak-luar (perekayasa). Pemahaman seperti itu tidak salah, tetapi tidak dapat sepenuhnya dapat diterima. Sebab, rekayasa-sosial yang pada dasar-nya dimak-sudkan untuk memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan kelompok-sasarannya, seringkali dapat berakibat negatip, manakala hanya mengacu kepada kepentingan perekayasa, sementara masyara-kat dijadikan korban pemenuhan kehendak perekayasa.&lt;br /&gt;Sebagai contoh:&lt;br /&gt;Upaya menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan memang diperlukan, tetapi jika dalam proses untuk berpartisipasi tersebut masyarakat dituntut kesediaannya untuk banyak berkorban termasuk mengorbankan hak-hak normatifnya sebagai warga negara (harus tunduk, tidak boleh membantah, dll) maka proses reklayasa sosial seperti itu bukanlah perubahan-sosial sebagaimana yang dimaksud dan dikehendaki oleh kegiatan penyu-luhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;H. Penyuluhan Sebagai Proses&lt;br /&gt;Pemasaran Sosial (Social Marketing)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “pemasaran sosial” adalah penerapan konsep dan atau teori-teori pemasaran dalam proses perubahan sosial.&lt;br /&gt;Berbeda dengan rekayasa-sosial yang lebih berkonotasi untuk “membentuk” (to do to) atau menjadikan masyarakat menjadi sesuatu yang “baru” sesuai yang dikehendaki oleh perekayasa, proses pemasaran sosial dimaksudkan untuk “menawarkan” (to do for) sesuatu kepada masyarakat. Jika dalam rekayasa-sosial proses pengambilan keputusan sepenuhnya berada di tangan perekayasa, pengambilan keputusandalam pemasaran-sosial sepenuhnya berada di tangan masyarakat itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Termasuk dalam pengertian “menawarkan” di sini adalah penggunaan konsep-konsep pemasaran dalam upaya menumbuhkan, menggerak-kan dan mengembangkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan yang ditawarkan dan akan dilaksanakan oleh dan untuk masyarakat yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Perbedaan hakiki di sini adalah, masyarakat berhak menawar bahkan menolak segala sesuatu yang dinilai tidak bermanfaat, akan merugi-kan, atau membawa konsekuensi pada keharusan masyarakat untuk berkorban dan atau mengorbankan sesuatu yang lebih besar dibanding manfaat yang akan diterimanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;I. Penyuluhan Sebagai Proses Pemberdayaan Masyarakat  (Community Empowerment)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Margono Slamet (2000) menegaskan bahwa inti dari kegiatan penyu-luhan adalah untuk memberdayakan masyarakat. Memberdayakan berarti memberi daya kepada yang tidak berdaya dan atau mengem-bangkan daya yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang lebih ber-manfaat bagi masyarakat yang bersangkutan. Dalam konsep pember-dayaan tersebut, terkandung pema-haman bahwa pemberdayaan tersebut diarahkan terwujudnya masyarakat madani (yang beradab) dan mandiri dalam pengertian dapat mengambil keputusan (yang terbaik) bagi kesejahteraannya sendiri.&lt;br /&gt;Pemberdayaan masyarakat, dimaksudkan untuk memperkuat kemam-puan (capacity strenghtening) masyarakat, agar mereka dapat berpar-tisipasi secara aktif dalam keseluruahn proses pembangunan, terutama pembangunan yang ditawarkan oleh penguasa dan atau pihak luar yang lain (penyuluh, LSM, dll)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;J. Penyuluhan Sebagai Proses Penguatan Kapasitas&lt;br /&gt;(Capacity Strenghtening)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang dimaksud dengan penguatan kapasitas di sini, adalah penguatan kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu (dalam masyarakat), kelembagaan, maupun hubungan atau jejaring antar individu, kelom-pok organisasi sosial, serta pihak lain di luar sistem masyarakatnya sampai di aras global. Kemampuan atau kapasitas masyarakat, diarti-kan sebagai daya atau kekuatan yang dimiliki oleh setiap indiividu dan masyarakatnya untuk memobilisasi dan memanfaatkan sumber-daya yang dimiliki secara lebih berhasil-guna (efektif) dan berdaya-guna (efisien) secara berkelanjutan.&lt;br /&gt;Dalam hubungan ini, kekuatan atau daya yang dimiliki setiap individu dan masyarakat bukan dalam arti pasif tetapi bersifat aktif yaitu terus menerus dikembangkan/dikuatkan untuk “memproduksi” atau meng-hasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penguatan masyarakat disini, memiliki makna-ganda yang bersifat timbal-balik. Di satu pihak, penguatan diarahkan untuk melebih mampukan indiividu agar lebih mampu ber-peran di dalam kelompok dan masyarakat global, di tengah-tengah ancaman yang dihadapi baik dalam kehidupan pribadi, kelompok dan masyarakat global. Sebaliknya, penguatan masyarakat diarahkan untuk melihat peluang yang berkem-bang di lingkungan kelompok dan masyarakat global agar dapat dimanfaatkan bagi perbaikan kehidupan pribadi, kelom-pok, dan masyarakat global ( UNDP, 1998)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;K. Penyuluhan Sebagai Proses Komunikasi Pembangunan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai proses komunikasi pembangunan, penyuluh-an tidak sekadar upaya untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan, tetapi yang lebih penting dari itu adalah, untuk menumbuh-kembangkan partisi-pasi masyarakat dalam pembangunan (Mardikanto, 1987).&lt;br /&gt;Di dalam pengertian “menumbuh-kembangkan”,  terkandung upaya-upaya untuk:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1) Menyadarkan masyarakat agar mau berpartisipasi secara sukarela, bukan karena paksaan atau ancaman-ancaman&lt;br /&gt;2) Meningkatkan kemampuan masyarakat agar mampu (fisik, mental, intelegensia, ekonomis dan non-ekonomis)&lt;br /&gt;3) Menunjukkan adanya kesempatan yang diberikan kepada masyarakat untuk berpartisipasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedang yang dimaskud dengan “partisipasi” tidak hanya terbatas pada kesediaan untuk berkorban, tetapi berpartisipasi dalam keseluruhan proses pembangunan, sejak: pengambilan keputusan tentang penting-nya pembangunan, perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, pemantauan dan evaluasi, dan pemanfaatan hasil-hasil pembangunan.&lt;br /&gt;L. Redefinisi Penyuluhan Pertanian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kepustakaan yang selama ini dapat dijumpai, dapat disimpul-kan bahwa penyuluhan pertanian diartikan sebagai pendidikan luar-sekolah yang ditujukan kepada petani dan keluarganya agar dapat bertanii lebih baik, berusahatani yang lebih menguntungkan, demi terwujudnya kehidupan yang lebih sejahtera bagi keluarga dan masya-rakatnya (Wiriatmadja, 1976; Totok Mardikanto dan Sri Sutarni, 1981; Mardikanto, 1993)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemahaman tersebut tidak seluruhnya salah, tetapi seiring dengan terjadinya perubahan-perubahan kehidupan masyarakat global dan tuntutan pembangunan pertanian, baik yang menyangkut kontek dan kontennya, oleh Saragih (2002) dinilai penting untuk melakukan “redefinisi” yang menyangkut penger-tian “penyuluhan pertanian” Perubahan-perubahan tersebut telah melanda semua “stakeholder” pembangunan pertanian, yang membawa konsekuensi-konsekuensi terhadap perubahan perilaku masing-masing (Gambar 4).&lt;br /&gt;Meskipun demikian, dalam UU No 16 Tahun 2006, rumusan tentang pengertian penyuluhan pertanian adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadar-an dalam pelestarian fungsilingkungan hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terhadap berbagai pengertian tersebut di atas, terdapat beberapa hal yang perlu dikritisi, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a) Penyuluhan pertanian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembangunan/pengembangan masyarakat dalam arti luas.&lt;br /&gt;b) Dalam praktek, pendidikan selalu dikonotasikan sebagai kegiatan pengajaran yang bersifat “menggurui” yang membedakan status antara guru/pendidik yang selalu “lebih pintar” dengan murid/ peserta didik yang harus menerima apa saja yang diajarkan oleh guru/pendidiknya.&lt;br /&gt;c) Pemangku kepentingan (stakeholders) agribisnis tidak terbatas hanya petani dan keluarganya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Gambar 4. Perubahan Perilaku Agribisnis&lt;/p&gt; &lt;p&gt;d) Penyuluhan pertanian bukanlah kegiatan karitatif (bantuan cuma-cuma atas dasar belas-kasihan) yang menciptakan ketergantungan&lt;br /&gt;e) Pembangunan pertanian harus selalu dapat memperbaiki produk-tivitas, pendapatan dan kehidupan petani secara berkelanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Telaahan beragam pengertian yang terkandung dalam istilah “penyu-luhan” sebagaimana dikemukakan di atas, memberikan pemahaman bahwa penyuluhan dapat diartikan sebagai:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;proses perubahan sosial, ekonomi dan politik untuk member-dayakan dan memperkuat kemampuan masyarakat melalui proses belajar bersama yang partisipatip, agar terjadi per-ubahan perilaku pada diri semua stakeholders (indiividu, kelompok, kelembagaan) yang terlibat dalam proses pemba-ngunan, demi terwujudnya kehidupan yang semakin berdaya, mandiri, dan partisipatip yang semakin sejahtera secara berke-lanjutan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proses belajar bersama dalam penyuluhan, sebenarnya tidak hanya diartikan sebagai kegiatan belajar secara insidental untuk memecah-kan masalah yang sedang dihadapi, tetapi yang lebih penting dari itu adalah penumbuhan dan pengembangan semangat belajar seumur-hidup (long life learning) secara mandiri dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;Sumber : &lt;a href="http://masarip.blog.friendster.com/2009/02/pengertian-penyuluhan/"&gt;http://masarip.blog.friendster.com/2009/02/pengertian-penyuluhan/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1271124065763993286-4025183380393683281?l=quikrespon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quikrespon.blogspot.com/feeds/4025183380393683281/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/08/pengertian-penyuluhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/4025183380393683281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/4025183380393683281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/08/pengertian-penyuluhan.html' title='Pengertian Penyuluhan'/><author><name>BABINKAMTIBMAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09359923321088389540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1271124065763993286.post-5085238686523749577</id><published>2009-07-29T21:37:00.010+07:00</published><updated>2009-07-29T22:32:55.791+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POST'/><title type='text'>ASLI ATAU PALSU</title><content type='html'>Muncul keterangan resmi atas bom bunuh diri dari Amir tandsim Al Qoidah Indonesia yang tak lain adalah Noordin M Thop, keterangan tersebut dirilis pertama kali pada salah satu situs blog internet. Dalam keterangan resminya Amir Tandzim Al Qoidah telah  bertanggung jawab atas peledakan dua hotel internasional JW. MARRIOT dan RITZ CARLTON di jakarta pada tanggal 17 Juli 2009. Dengan adanya keterangan dari Amir Al Qoidah ini maka POLRI pun merespon cepat dengan melakukan penyelidikan guna mengetahui apakah keterangan tersebut adalah asli dari Noordin M Thop ataukah hanya orang lain yang mengail di air keruh untuk memecah perhatian Polri dalam melakukan penyelidikan kasus bom bunuh diri tersebut. Untuk baca lengkap keterangan resminya silahkan klik link ini &lt;a href="http://mediaislam-bushro.blogspot.com/"&gt;http://mediaislam-bushro.blogspot.com/:&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1271124065763993286-5085238686523749577?l=quikrespon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quikrespon.blogspot.com/feeds/5085238686523749577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/asli-atau-palsu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/5085238686523749577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/5085238686523749577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/asli-atau-palsu.html' title='ASLI ATAU PALSU'/><author><name>BABINKAMTIBMAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09359923321088389540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1271124065763993286.post-1642600081423508526</id><published>2009-07-23T23:51:00.003+07:00</published><updated>2009-07-24T20:38:33.582+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VISIMISI POLRI'/><title type='text'>EMPAT PROGRAM UNGGULAN (QUIK WINS) REFORMASI BIROKRASI POLRI</title><content type='html'>Mabes Polri menetapkan empat program unggulan sebagai quick win dalam pelaksanaan reformasi birokrasi. Keempat program unggulan dimaksud adalah quick response patroli Samapta, transparansi pelayanan SIM, STNK dan BPKB, transparansi pelayanan penyidikan (SP2HD), serta transparansi dalam rekrutmen personel Polri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wakapolri, Komjen Pol. Drs. R. Makbul Padmanegara selaku Ketua Pengarah Tim Kerja Reformasi Birokrasi Polri, keempat program itu merupakan produk utama Polri yang mempunyai daya ungkit kuat (key leverage) dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, dan dapat direalisasikan serta hasilnya bisa diukur dalam 3 – 12 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam paparannya di depan Tim Kerja Reformasi Birokrasi Nasional di Jakarta, Rabu (25/3), Makbul mengungkapkan bahwa sejak tahun 1999 Polri telah mulai melaksanakan reformasi, yang ditandai dengan terbitnya buku biru reformasi Polri. Selanjutnya, pada tahun 2005 berhasil menyusun grand strategy Polri 2005 – 2025, tahun 2008 melakukan akselerasi transformasi Polri, dan reformasi birokrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tahun 2005 – 2009, Makbul menambahkan, Polri berusaha membangun kepercayaan publik (trust building). Tahapan selanjutnya, tahun 2010 – 2014 membangun kemitraan (partnership), dan tahun 2011 – 2025 ditargetkan mencapai keunggulan (strive for exelence).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, organisasi Polri membawahi 31 Polda, 21 Polwil &amp;amp; Polwiltabes, 456 Polres, 4.567 Polsek, dan 2.763 Pospol. Ke depan, Mabes Polri analog dengan kantor pusat kementerian, yang berperan merumuskan kebijakan-kebijakan dan strategis. Sedangkan Polda sebagai kesatuan induk, yang menerima pelimpahan wewenang penuh peran Mabes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Polres sebagai kesatuan operasional dasar, memiliki fungsi kepolisian lengkap untuk menyelesaikan seluruh permasalahan kepolisian, yang dapat memberikan out come secara utuh kepada masyarakat. Sedangkan Polsek sebagai simpul pelayanan masyarakat terdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikemukakan juga, jumlah personel anggota Polri per Desember 2008 tercatat 3.77.071 orang, di mana 341.254 orang (90,50%) di antaranya masuk dalam klasifikasi Brigadir. ”Mereka itulah yang berada di barisan paling depan dalam mengemban tugas-tugas Polri, sehingga kesejahteraannya harus diperhatikan. Karena itu kami berharap agar tunjangan kinerja Polri dapat segera direalisasikan,” ujar Wakapolri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait penataan sistem remunerasi, saat ini sudah diselesaikan analisis jabatan, evaluasi jabatan, dan sistem remunerasi. Untuk jabatan manajerial sebanyak 2.053, dan jabatan non manajerial 149. Polri saat ini sudah menetapkan 2.290 Standar operation procedures (SOP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam sistem remunerasi, ditetapkan adanya 20 grade, yakni untuk jabatan Kapolri dan grade 19 untuk Wakapolri. Sedangkan grade 1 untuk PNS golongan I/II, dan 2 – 4 untuk brigadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Deputi Meneg PAN Ismail Muhammad, selaku Ketua Tim Kerja Reformasi Birokrasi Nasional mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Tim Kerja Reformasi Birokrasi di tubuh Polri. Dia juga berharap agar perbedaan besaran tunjangan kinerja antara grade bawah dengan di atasnya tidak mencolok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=9601&amp;amp;Itemid=711"&gt;http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=9601&amp;amp;Itemid=711&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1271124065763993286-1642600081423508526?l=quikrespon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quikrespon.blogspot.com/feeds/1642600081423508526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/empat-program-unggulan-quik-wins.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/1642600081423508526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/1642600081423508526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/empat-program-unggulan-quik-wins.html' title='EMPAT PROGRAM UNGGULAN (QUIK WINS) REFORMASI BIROKRASI POLRI'/><author><name>BABINKAMTIBMAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09359923321088389540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1271124065763993286.post-6870290537087713275</id><published>2009-07-23T14:20:00.001+07:00</published><updated>2009-07-23T14:22:34.974+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VISIMISI POLRI'/><title type='text'>TENTANG POLRI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;color:#800040;"&gt;&lt;/span&gt;                                      &lt;table border="0" width="93%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://www.polri.go.id/images/profile/lambangPOLRI.gif" height="150" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tribrata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Kemandirian                  Polri diawali sejak terpisahnya dari ABRI tanggal 1 April 1999                  sebagai bagian dari proses reformasi haruslah dipandang dan disikapi                  secara arif sebagai tahapan untuk mewujudkan Polri sebagai abdi                  negara yang profesional dan dekat dengan masyarakat, menuju perubahan                  tata kehidupan nasional kearah masyarakat madani yang demokratis,                  aman, tertib, adil dan sejahtera.&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Kemandirian                  Polri dimaksud bukanlah untuk menjadikan institusi yang tertutup                  dan berjalan serta bekerja sendiri, namun tetap dalam kerangkan                  ketata negaraan dan pemerintahan negara kesatuan Republik Indonesia                  yang utuh termasuk dalam mengantisipasi otonomi daerah sesuai                  dengan Undang-undang No.22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah dan                  Undang-undang No.25 tahun 1999 tentang Perimbangan keuangan antara                  pusat dan daerah.&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Pengembangan                  kemampuan dan kekuatan serta penggunaan kekuatan Polri dikelola                  sedemikian rupa agar dapat mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung                  jawab Polri sebagai pengemban fungsi keamanan dalam negeri. Tugas                  dan tanggung jawab tersebut adalah memberikan rasa aman kepada                  negara, masyarakat, harta benda dari tindakan kriminalitas dan                  bencana alam.&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Upaya                  melaksanakan kemandirian Polri dengan mengadakan perubahan-perubahan                  melalui tiga  aspek yaitu:&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Aspek                      Struktural: Mencakup perubahan kelembagaan Kepolisian                      dalam Ketata negaraan, organisasi, susunan dan kedudukan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aspek                      Instrumental: Mencakup filosofi (Visi, Misi dan tujuan),                      Doktrin, kewenangan,kompetensi, kemampuan fungsi dan Iptek.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Aspek                      kultural: Adalah muara dari perubahan aspek struktural                      dan instrumental, karena semua harus terwujud dalam bentuk                      kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat, perubahan meliputi                      perubahan manajerial, sistem rekrutmen, sistem pendidikan,                      sistem material fasilitas dan jasa, sistem anggaran, sistem                      operasional.&lt;br /&gt;                   &lt;br /&gt;                    Berkenaan                      dengan uraian tugas tersebut, maka Polri akan terus melakukan                      perubahan dan penataan baik di bidang pembinaan mau pun operasional                      serta pembangunan kekuatan sejalan dengan upaya Reformasi...&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.polri.go.id/indexwide.php?op=profile&amp;amp;type=00"&gt;Website polri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1271124065763993286-6870290537087713275?l=quikrespon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quikrespon.blogspot.com/feeds/6870290537087713275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/tentang-polri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/6870290537087713275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/6870290537087713275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/tentang-polri.html' title='TENTANG POLRI'/><author><name>BABINKAMTIBMAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09359923321088389540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1271124065763993286.post-3572492488798374071</id><published>2009-07-23T14:11:00.006+07:00</published><updated>2009-07-23T14:25:17.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VISIMISI POLRI'/><title type='text'>VISI DAN MISI POLRI</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(128, 0, 64);font-size:130%;" &gt;                                                                 &lt;/span&gt;                                      &lt;table border="0" width="93%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td align="center"&gt;&lt;img src="http://www.polri.go.id/images/profile/lambangPOLRI.gif" height="83" width="95" /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;&lt;b&gt;VISI                POLRI : &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Polri                yang mampu menjadi pelindung Pengayom dan Pelayan Masyarakat yang                selalu dekat dan bersama-sama masyarakat, serta sebagai penegak                hukum yang profesional dan proposional yang selalu menjunjung tinggi                supermasi hukum dan hak azasi manusia, Pemelihara keamanan dan ketertiban                serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional                yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera.&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;&lt;b&gt;MISI POLRI : &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Berdasarkan                uraian Visi sebagaimana tersebut di atas, selanjutnya uraian tentang                jabaran Misi Polri kedepan adalah sebagai berikut : &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;                                          Memberikan                      perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat (meliputi                      aspek security, surety, safety dan peace) sehingga                      masyarakat bebas dari gangguan fisik maupun psykis.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     Memberikan bimbingan kepada masyarakat melalui upaya                      preemtif dan preventif yang dapat meningkatkan kesadaran dan                      kekuatan serta kepatuhan hukum masyarakat (Law abiding                      Citizenship).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     Menegakkan                      hukum secara profesional dan proporsional dengan menjunjung                      tinggi supremasi hukum dan hak azasi manusia menuju kepada                      adanya kepastian hukum dan rasa keadilan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan                      tetap memperhatikan norma - norma dan nilai - nilai yang                      berlaku dalam bingkai integritas wilayah hukum Negara                      Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     Mengelola sumber daya manusia Polri secara profesional dalam                      mencapai tujuan Polri yaitu terwujudnya keamanan dalam                      negeri sehingga dapat mendorong meningkatnya gairah kerja                      guna mencapai kesejahteraan masyarakat                     &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     Meningkatkan                      upaya konsolidasi kedalam (internal Polri) sebagai upaya                      menyamakan Visi dan Misi Polri kedepan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     Memelihara                      soliditas institusi Polri dari berbagai pengaruh external                      yang sangat merugikan organisasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     Melanjutkan                      operasi pemulihan keamanan di beberapa wilayah konflik guna                      menjamin keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;                     Meningkatkan                      kesadaran hukum dan kesadaran berbangsa dari masyarakat yang                      berbhineka tunggal ika.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Sasaran :&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Dalam                rangka mewujudkan Visi dan Misi Polri pada kurun waktu tahun 2000                - 2004 yang akan datang ditetapkan sasaran yang hendak dicapai adalah                :&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Bidang                Kamtibmas&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;                 Tercapainya situasi                  Kamtibmas yang kondosif bagi penyelenggaraan pembangunan                  nasional.                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 Terciptanya suatu                  proses penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan, bebas KKN                  dan menjunjung tinggi hak azasi manusia.                    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 Terwujudnya aparat                  penegak hukum yang memiliki integritas dan kemampuan profesional                  yang tinggi serta mampu bertindak tegas adil dan berwibawa.                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 Kesadaran hukum dan                  kepatuhan hukum masyarakat yang meningkat yang terwujud dalam                  bentuk partisipasi aktif dan dinamis masyarakat terhadap upaya                  Binkamtibmas yang semakin tinggi.                    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 Kinerja Polri yang                  lebih profesional dan proporsional dengan menjunjung tinggi                  nilai-nilai demokrasi sehingga disegani dan mendapat dukungan                  kuat dari masyarakat untuk mewujudkan lingkungan kehidupan yang                  lebih aman dan tertib.                   &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;                              Bidang                Keamanan Dalam Negeri                  &lt;ul&gt;&lt;li&gt;                 Tercapainya kerukunan                  antar umat beragama dalam kerangka interaksi sosial yang                  intensif serta tumbuhnya kesadaran berbangsa guna menjamin                  keutuhan bangsa yang ber Bhineka Tunggal Ika.                   &lt;/li&gt;&lt;li&gt;                 Tetap tegaknya Negara                  Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD                  1945.                   &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Filosofi:&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr align="left"&gt;   &lt;td id="sejajar"&gt;Disimak                dari kandungan nilai Pancasila dan Tribrata secara filosofi memuat                nilai-nilai kepolisian sebagai abdi utama, sebagai warga negara                teladan dan wajib menjaga ketertiban pribadi rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.polri.go.id/indexwide.php?op=profile&amp;amp;type=01"&gt;website Polri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1271124065763993286-3572492488798374071?l=quikrespon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quikrespon.blogspot.com/feeds/3572492488798374071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/visi-dan-mis-polri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/3572492488798374071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/3572492488798374071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/visi-dan-mis-polri.html' title='VISI DAN MISI POLRI'/><author><name>BABINKAMTIBMAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09359923321088389540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1271124065763993286.post-2292391305248253405</id><published>2009-07-22T00:38:00.002+07:00</published><updated>2009-07-24T20:52:24.699+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POST'/><title type='text'>BERANI MENULIS BAGAIMANA CARA MEMULAI..?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Banyak yang ingin menulis yang tentunya untuk dibaca oleh publik tapi bingung bagaimana memulainya. mungkin Ada dua cara yang bisa kita pakai  sebagai permulaan untuk mendapatkan keberanian yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Mempelajari teori menulis baru praktik;&lt;br /&gt;2. Learn the hard way atau menulis dulu teori belakangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terserah kita mana yang lebih enak dan nyaman. Tapi, berdasarkan pengalaman rekan-rekan di India yang tulisannya sudah banyak dimuat di media, alternatif kedua tampaknya lebih bagus. Rizqon Khamami, Zamhasari Jamil, A. Qisai, Tasar Karimuddin, Beben Mulyadi, Jusman Masga, Irwansyah, dan lain-lain semuanya belajar menulis dengan langsung mengirim tulisannya. Bukan dengan belajar teori menulis lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri merasa alternatif kedua lebih enak. Ini karena kemampuan daya serap saya terhadap teori sangat terbatas. Saya pernah mencoba belajar teori menulis. Hasilnya? Pusing. Bukan hanya itu, bahkan dalam belajar bahasa Inggris pun, saya cenderung langsung membaca buku, koran atau majalah. Pernah saya coba belajar bahasa Inggris dengan membaca grammar, hasilnya sama: pusing kepala.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Sulitkah Menulis?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sulitkah menulis? Iya dan tidak. Sulit karena kita menganggapnya sulit. Mudah kalau kita anggap “santai”. Eep Saifullah Fatah, penulis dan kolomnis beken Indonesia, mengatakan bahwa menulis akan terasa mudah kalau kita tidak terlalu terikat pada aturan orang lain. Artinya, apa yang ingin kita tulis, tulis saja. Sama dengan gaya kita menulis buku diary. Setidaknya, itulah langkah awal kita menulis: menulis menurut gaya dan cara kita sendiri. Setelah beberapa kali kita berhasil mengirim tulisan ke media — dimuat atau tidak itu tidak penting– barulah kita dapat melirik buku-buku teori menulis, untuk mengasah kemampuan menulis kita. Jadi, tulis-tulis dahulu; baca teori menulis kemudian. Seperti kata Rhoma Irama, penyanyi kesayangan Malik Sarumpaet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;strong&gt;Topik Tulisan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Topik tulisan, seperti pernah saya singgung dalam posting beberapa bulan lalu, adalah berupa tanggapan tentang fenomena sosial yang terjadi saat ini. Contoh, apa tanggapan Anda tentang bencana gempa dan tsunami di Aceh? Apa tanggapan Anda seputar pemerintahan SBY? Apa tanggapan Anda tentang dunia pendidikan di Indonesia? Dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sekali lagi, usahakan menulis sampai 700 kata dan maksimum 1000 kata. Dan setelah itu, kirimkan langsung ke media yang dituju. Jangan pernah merasa tidak pede. Anda dan redaktur media tsb. kan tidak kenal. Mengapa mesti malu mengirim tulisan? Kirim saja dahulu, dimuat tak dimuat urusan belakangan. Keep in mind: Berani mengirim tulisan ke media adalah prestasi dan mendapat satu pahala. Tulisan dimuat di media berarti dua prestasi dan dua pahala. Seperti kata penulis dan ustadz KBRI, Rizqon Khamami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rendah Hati dan Sifat Kompetitif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Apa hubungannya menulis dengan kerendahan hati? Menulis membuat kita menjadi rendah hati, tidak sombong. Karena ketika kita menulis dan tidak dimuat, di situ kita sadar bahwa masih banyak orang lain yang lebih pintar dari kita. Ini terutama bagi rekan-rekan yang sudah menjadi dosen yang di mata mahasiswa-nya mungkin sudah paling ‘wah’ sehingga mendorong perasaan kita jadi ‘wah’ juga alias ke-GR-an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, menulis dan mengririm tulisan ke media membuat kita terpaksa berhadapan dengan para penulis lain dari dunia dan komunitas lain yang ternyata lebih pintar dari kita yang umurnya juga lebih muda dari kita. Di situ kita sadar, bahwa kemampuan kita masih sangat dangkal. Kita ternyata tidak ada apa-apanya. Ketika kita merasa tidak ada apa-apanya, di saat itulah sebenarnya langkah awal kita menuju kemajuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita juga akan terbiasa menghargai orang dari isi otaknya bukan dari umur atau senioritasnya apalagi jabatannya.&lt;br /&gt;Di sisi lain, membiasakan mengirim tulisan ke media membuat sikap kita jadi kompetitif. Sekedar diketahui, untuk media seperti KOMPAS, tak kurang dari 70 tulisan opini yang masuk setiap hari, dan hanya 4 tulisan yang dimuat. Bayangkan kalau Anda termasuk dari yang empat itu. Itulah prestasi. Dan dari situlah kita juga belajar menghargai prestasi dan keilmuan serta kekuatan mental juara seseorang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber: www.fatihsyuhud.com&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1271124065763993286-2292391305248253405?l=quikrespon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quikrespon.blogspot.com/feeds/2292391305248253405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/berani-menulis-bagaimana-cara-memulai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/2292391305248253405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/2292391305248253405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/berani-menulis-bagaimana-cara-memulai.html' title='BERANI MENULIS BAGAIMANA CARA MEMULAI..?'/><author><name>BABINKAMTIBMAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09359923321088389540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1271124065763993286.post-1326649648493200366</id><published>2009-07-19T22:41:00.002+07:00</published><updated>2009-07-24T20:48:12.042+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POST'/><title type='text'>BOM ITU DATANG LAGI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jum'at pagi tanggal 17  juli 2009 kita kembali di guncang oleh bom yang meledak di dua hotel internasional JW. MARRIOT dan RITZ CARLTON korban pun bergelimpangan sebanyak 9 orang tewas dan 55 orang lainnya luka berat dan ringan , sungguh tak disangka dan dinyana oleh kita bahwa teror bom itu kembali lagi, empat tahun berselang setelah bom terakhir pada tahun 2006 kini ditahun 2009 ia datang lagi dengan segala akibat yang ditimbulkannya. bangsa ini seakan akan tidak pernah lepas dari duka belumlah lama kita dirundung oleh banyaknya pesawat yang jatuh dengan korban tewas yang tidak sedikit namun kini kita harus dihadapkan oleh teror bom yang akibatnya tidak hanya pada korban jiwa namun kredibilitas bangsa kita dimata internasional juga dipertaruhkan, apa lagi mata dunia sedang tertuju keindonesia dimana kita baru saja melaksanakan pesta Demokrasi yaitu pemilihan presiden dan rencana kedatangan Club sepak bola dunia Manchester United untuk bertanding dengan kesebelasan indonesia "All Star" namun kini gagal total akibat bom yang meledak di kedua hotel internasional tersebut yang salah satunya direncanakan sebagai tempat penginapan pemain Manchester United. tentu saja dengan kejadian ini membuat kredibiltas bangsa kita menurun didunia internasional, untuk itu mulai saat ini mari kita turut serta dalam menjaga keamanan terutama dilingkungan kita janganlah kita menjadi orang yang apatis terhadap keadaan dilingkungan tempat tinggal, perhatikan dan waspadai serta laporkan segera kepada pihak RT/Kelurahan/Babinkamtibmas (Polri) bila ada orang yang asing dan bertempat tinggal sementara (kost) disekitar kita apa lagi bila identitasnya/aktifitasnya/pekerjaannya dirahasiakan. sebagai warga negara yang baik tidak ada salahnya bila hal tersebut kita lakukan demi membantu dan mendukung polri dalam menciptakan rasa aman dari segala ancaman baik jiwa maupun harta benda yang mungkin terjadi dan yang lebih penting lagi adalah saat ini mari kita dukung POLRI guna mengungkap dan menangkap aktor serta pelaku aksi bom bunuh diri di hotel JW. Marriot dan Ritz Carlton demi mengembalikan citra indonesia sebagai ciri bangsa dan negara yang aman, damai, tentram, ramah dan berbudaya luhur dimata internasional. sebagai penutup tak lupa saya mengucapakan TURUT BERDUKA CITA YANG SEDALAM-DALAMNYA KEPADA PARA KORBAN LEDAKAN BOM DI JW. MARRIOT DAN RITZ CARLTON SEMOGA INI ADALAH KEJADIAN YANG TERKHIR. Amin&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1271124065763993286-1326649648493200366?l=quikrespon.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://quikrespon.blogspot.com/feeds/1326649648493200366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/bom-itu-datang-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/1326649648493200366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1271124065763993286/posts/default/1326649648493200366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://quikrespon.blogspot.com/2009/07/bom-itu-datang-lagi.html' title='BOM ITU DATANG LAGI'/><author><name>BABINKAMTIBMAS</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09359923321088389540</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
